Posts

Well-Rounded

Image
“ Baseline, go! ” teriak coach Jaeckle mengawali latihan kali ini. Sudah lama sekali sejak aku memutuskan untuk berhenti bermain basket dengan alasan untuk belajar, walaupun sebenarnya ada rasa malas juga. Namun aku tak pernah membayangkan bisa bermain basket di negeri yang besar akan olahraga ini. Tak pernah membayangkan pula bisa berlatih bersama teman yang bahkan bisa melakukan slam dunk dengan mudah. Meskipun baru awal latihan, aku bisa merasakan suasana latihan yang sangat berbeda. Di Amerika, orang cenderung memiliki rasa tanggung jawab yang besar, meskipun untuk menjadi coach basket di sekolah kecil, di kota kecil ini. Coach Jaeckle, pertama kali aku memperkenalkan diri, benar-benar orang yang baik, dan humoris, siapa sangka bisa menjadi orang terakhir yang kamu harap bisa bertemu sewaktu di atas lapangan. Ya, di atas lapangan, tidak ada kelembutan, jika kamu bermain jelek, waktunya kamu keluar, jika kamu bermain bagus, memang itu yang harus dilakukan.

Tangis Seorang Kakek

Image
Hari ini aku, Noah, dan Papa akan mengunjungi salah satu museum yang terkenal di San Diego. USS Midway. Kapal induk bernomor lambung CV-41 yang aktif pada masa perang dingin, utamanya pada saat Amerika Serikat melakukan operasi militernya di Vietnam, dan pensiun pada tahun 1992. Sebagai seorang military addict , tentu aku jelas tahu kapal ini, dan tahu kalau aku benar-benar akan memijakkan kakiku di atas kapal yang bersejarah ini membuat udel -ku berputar tiada henti. Heck ya! I’d love that! View on the Flight Deck of CV-41

Wind of San Diego

Image
A view of San Diego Park, and some part of downtown. Lays the dream of a boy from the other side of the world. Born and raised next to the sea of Java, live in his inherent belief of the opportunity, that every single human was born without inherent bias. The indigenous of a world without vie for lust. An avenue toward the park of God. There was no lies, nor contemption, nor conflict but succumb into the purity of a newborn baby. Here with the wind that blows from the northern hemisphere through San Diego, He step his feet upon a vessel that convey thousand words, thousand wishes and hopes, thousand prays. No longer on his voyage waving the fifty stars and thirteen stripes on the eastern ocean. No longer on his dauntless journey but still has its incomparable courage. No longer on his run going beyond the unprecedented conflict of the mankinds, steadfastly facing the war. The great Midway is on his rest. Leaving thousand memories, brings nostalgia of an Old Man about his young-a...

Sate Pak, Sate!

Image
Untuk kedua kalinya saya harus berada jauh dari rumah untuk hari besar ini. Entah kenapa membawa memori tahun lalu yang tak akan pernah terlupakan. Hari itu hari yang spesial bagi semua umat muslim, terlebih di Ende. Kami semua turun kapal dan mengenakan pakaian tebaik kami, walaupun yang ada ya, pakaian itu-itu saja haha, tapi paling tidak sudah kami cuci di dek. Suasana lebaran haji di Ende berbeda dengan di Tegal, masjid yang ada tidak cukup untuk menampung seluruh umat muslim di Ende, terlebih dengan tambahan ratusan orang dari KRI Makassar 590, 35 hari di lautan bukanlah waktu yang singkat, namun mudahnya melihat sunrise  dan sunset memberi rasa berbeda. kami semua melaksanakan sholat sunnah di lapangan setempat. Rasa damai dan rindu akan keluarga benar-benar terasa membuta saya benar-benar menghayati lebaran ini. Ternyata seperti ini rasanya berada jauh dari tanah kelahiran, walaupun masih di negeri sendiri, bagaimana jadinya jika aku di luar nanti? Satu hal y...

Hari Ini, 15 Tahun yang Lalu

Image
8.45 AM, 11 September, 15 tahun yang lalu. Hari itu bukan hari biasa. Sebuah hari yang menjadi titik baru dalam sejarah, yang bisa dikatakan, titik pergantian era. Era sebelum 11 September, dan era sesudah 11 September.  Tepat dihari itu, kurang lebih 3000 nyawa melayang saat mereka berangkat kerja untuk menafkahi keluarga mereka, atau saat mereka akan melakukan perjalanan, yang mungkin untuk menemui kerabat, atau bahkan pulang ke rumah bertemu keluarga. Hari itu akan selalu diingat sebagai hari kelam. Hari yang mencoreng nama ‘Islam’ dimata dunia. Seakan melemparkan kotoran tepat pada wajah-wajah muslim di seluruh dunia. Tapi itu bahkan lebih buruk dari melempar kotoran, apa yang terjadi pada hari itu bahkan membuat seluruh umat islam terkesan sebagain ‘pembunuh berdarah dingin’. Bersama pasukan  Honor Guard  atau pengibar bendera di upacara peringatan 9/11 di Mariposa, California,         Banyak hal besar terjadi pasca tragedi 11 September. Y...

Orientasi Terakhir

Image
“Orientasinya anak-anak paling sabar dari seluruh dunia” begitulah kata Ghozaly.  Tapi ada benarnya juga, Orientasi di Washington DC yang kami ikuti ini adalah orientasi terakhir tahun ini. Hanya tinggal beberapa butir peserta yang ada. Dan kami semua adalah anak-anak terakhir dari masing-masing negara. Yang paling pertama kami temui adalah Yavuz dan Selim, mereka anak Turki (dan Ain diam-diam foto-foto mereka,  envy  gitu nggak sih? :D ). Terus disusul Ahmad dari Ghana. Kami semua bertemu di Amsterdam-Schipol.

Perjalanan Dimulai

Image
Sebulan sudah waktu berlalu sejak batch 1 berangkat. Kini tiba saatnya, kami ber-empat, Aku, Ghozaly, Ain, Khai, sisa-sisa YES 2016/2017, berangkat meninggalkan tanah air untuk setahun. Merantau di negeri nun jauh. Kami berempat bagaikan remah-remah biskuit yang akhirnya habis dimakan sehingga habis sudah angkatan kami, bertebaran di penjuru ‘negeri paman Sam’.     Walaupun kami berangkat telat sebulan, sampai-sampai kami kehilangan  euforia  berangkat ke Amerika. Rasa itu masih ada. Perasaan bangga, sedih, dan penasaran, yang bercampur aduk menjadi satu menemani 26 jam perjalanan kami. Kadang bercampur perasaan  norak  dan ke- bodes -an saat melihat megahnya bandara di Amsterdam, dan bercampur sedikit perasaan  galau  saat melihat harga pernak-pernik yang dijual di Amsterdam (Aku beli miniatur kincir angin yang harganya 10 euro untuk dua biji, patungan sama Ghozaly tapi ketinggalan waktu orientasi di D.C).      Malam itu aku me...