Well-Rounded
“Baseline, go!” teriak coach Jaeckle mengawali latihan kali ini. Sudah lama sekali sejak aku memutuskan untuk berhenti bermain basket dengan alasan untuk belajar, walaupun sebenarnya ada rasa malas juga. Namun aku tak pernah membayangkan bisa bermain basket di negeri yang besar akan olahraga ini. Tak pernah membayangkan pula bisa berlatih bersama teman yang bahkan bisa melakukan slam dunk dengan mudah. Meskipun baru awal latihan, aku bisa merasakan suasana latihan yang sangat berbeda. Di Amerika, orang cenderung memiliki rasa tanggung jawab yang besar, meskipun untuk menjadi coach basket di sekolah kecil, di kota kecil ini. Coach Jaeckle, pertama kali aku memperkenalkan diri, benar-benar orang yang baik, dan humoris, siapa sangka bisa menjadi orang terakhir yang kamu harap bisa bertemu sewaktu di atas lapangan. Ya, di atas lapangan, tidak ada kelembutan, jika kamu bermain jelek, waktunya kamu keluar, jika kamu bermain bagus, memang itu yang harus dilakukan.
![]() |
| Menonton American football pertamaku. American football adalah olahraga khas Amerika Serikat, lebih populer daripada Football (soccer) yang kita tahu di AS. |
Begitu seriusnya orang-orang Amerika dalam menanggapi olahraga yang di negeriku sendiri, orang cenderung menganggapnya hanya sebuah permainan untuk kesenangan, jika kalah, ya berlatih, jika menang, ya alhamdulillah. Bahkan bisa kita lihat jejaknya pada saat Presiden John F. Kennedy menyarankan seluruh sekolah untuk membuat anak-anak muda Amerika Serikat menjadi anak muda yang kuat secara fisik dan mental (Kennedy's adrress on Physical Ed.), bahwa orang-orang Amerika Serikat tanpa sadar menyadari betapa pentingnya sebuah bangsa yang well-rounded dari segi mental dan fisik. Tak hanya sekolah yang juga mendukung anak-anak Amerika untuk juga menekuni olahraga, namun kebanyakan orang tua juga sangat mendukung anak-anak mereka, membuat sebagian anak termotivasi untuk bahkan bisa bermain di level professional seperti NBA, MBL, ataupun NFL. Sebgai gambaran dari betapa seriusnya orang-orang Amerika di dunia olahraga, bahkan untuk olahraga sepak bola yang di Amerika disebut soccer yang peminatnya tidak sebanyak Baseball, Basketball, maupun Football, tetap mampu bersaing di dunia Internasional. Siapa yang tidak tahu L.A Galaxy? Walaupun mungkin klub ini terkenal karena David Beckham, tapi tetap saja, mereka lawan yang cukup berat bila mau disandingkan dengan tim di negeri sendiri.
Tidak hanya faktor sekolah dan orang tua, namun juga sistem pendidikan di Amerika juga sangat mendukung lahirnya atlet-atlet professional, banyak universitas-universitas yang mengirim scout (pencari bakat) di pertandingan sekolah-sekolah untuk mencari pemain-pemain bertalenta yang berhak mendapat beasiswa, ya, beasiswa atlet, karena olahraga di Amerika merupakan hal yang sudah menjadi tradisi, hingga mereka percaya bahwa jika memiliki atlet yang bagus, akan dapat mendongkrak nama universitas, dalam kata lain, menjadi magnet tersendiri bagi universitas tersebut. Hmmm… pantas saja banyak anak-anak yang benar-benar serius menekuni olahraga. Tak seperti aku, yang pada saat latihan basket pun masih elek-elekan.
Selesai latihan, aku pun, seperti biasanya, meminta tumpangan temanku yang tinggal hanya sebelah rumah, Jared Weinburke. Sesampai di rumah, aku langsung berganti pakaian dan merebahkan diri di atas kasur sembari mengenang masa-masa kecil sewaktu bermain bola bersama teman-teman masa kecil, kemudian aku teringat satu hal, ‘PSSI di-banned FIFA’.
Mariposa, California
14 November 2016

Comments
Post a Comment