Gugur Bunga

Hari ini, pertiwi kehilangan salah satu tunas muda terbaiknya.
Oh kawan, pergi mu tak memberi salam.
Langsung datang dan menyambar.
Tak juga memberi lambaian tangan bak seorang yang hendak mengucapkan 'sampai jumpa;.
Sosial media dipenuhi air mata akan kepergiaanmu.
Kudengar minggu depan kau kan berbagi cerita.
Dan secangkir ilmu dari otak brilian mu.
Oh kawan.
Mungkin sudah lama kita tak berjumpa.
Sudah lama kita tak bertukar sapa atau kata.
Tapi kesan baik mu kan selamanya ada.

Cosmos Musim Gugur Bunga - Foto gratis di Pixabay

Setiap kali bertemu dengan mu, sinar matamu menyilaukan.
Ya! Aku tahu, ini lah tunas-tunas pemimpin bangsa.
Orang-orang yang akan menerangi gelapnya sekitar, barangkali beberapa tahun lagi.
Siapa sangka, kau pun tak tahu apa yang mentari hadiahkan untukmu sebelum kembali ke rimbanya.
Jalan pintas menuju surga.
Tak ada lagi Corona. Tak ada lagi duka. Hanya Suka disamping Yang Kusa.
Oh kawan.

Ingat betul masa-masa ketika kita pernah bertukar cerita
Kukagumi betul gayamu memimpin, berkawan, berderma
Oh iri denganmu kawan
Terkadang ingin aku terlahir sebagai kamu
Tapi Tuhan selalu punya cerita terbaik untuk setiap individu
Oh kawan

Selamat jalan dan sampai jumpa
Banyak orang akan merindukanmu
Tapi tahukah kamu?
Aku pun ingin menjadi kamu
Hidup dalam pujaan, mati penuh pujian
Oh kawan

Semoga kita bisa bertemu di surga sana
Sebagai seorang ksatria abdi nusa
Perjuanganmu telah usai untuk saat ini
Biarkan saya lanjutkan semangatmu,
Dan tunggulah wafatku, tunggulah gugurku,
Untuk membaktikan dharmaku dan mendharmakan satyaku,
Untuk bumi ibu pertiwi,
Yang sedang berkabung ditinggalkanmu.

Tenang disana kawanku,

Muhammad Kamal Syueb.
FTI - ITB
AFS - Germany YP 17/18
Ketua OSIS Smansa 2016-2017

Comments

Popular posts from this blog

Wah Seksinya

Sejarah Mengulang Kembali