Perjalanan Dimulai

Sebulan sudah waktu berlalu sejak batch 1 berangkat. Kini tiba saatnya, kami ber-empat, Aku, Ghozaly, Ain, Khai, sisa-sisa YES 2016/2017, berangkat meninggalkan tanah air untuk setahun. Merantau di negeri nun jauh. Kami berempat bagaikan remah-remah biskuit yang akhirnya habis dimakan sehingga habis sudah angkatan kami, bertebaran di penjuru ‘negeri paman Sam’.
   Walaupun kami berangkat telat sebulan, sampai-sampai kami kehilangan euforia berangkat ke Amerika. Rasa itu masih ada. Perasaan bangga, sedih, dan penasaran, yang bercampur aduk menjadi satu menemani 26 jam perjalanan kami. Kadang bercampur perasaan norak dan ke-bodes-an saat melihat megahnya bandara di Amsterdam, dan bercampur sedikit perasaan galau saat melihat harga pernak-pernik yang dijual di Amsterdam (Aku beli miniatur kincir angin yang harganya 10 euro untuk dua biji, patungan sama Ghozaly tapi ketinggalan waktu orientasi di D.C).
    Malam itu aku merenung, mengingat perkataan kakak-kakak volunteer Chapter Semarang


PictureFrom left to right : Ghozaly, Aku, Khairani, AIn.



















 
​ 
dan kantor nasional sepanjang proses seleksi, “Adik-adik baru akan berangkat saat sudah duduk di atas kursi pesawat.”. Itulah yang saat ini sedang aku lakukan. Duduk di atas kursi pesawat menuju Amerika Serikat. Tak ada lagi jalan pulang. Semua harus diselesaikan hingga tahun depan. Seorang diri. Jauh dari keluarga, kerabat-kerabat, dan untuk tempatku, jauh dari teman-teman Lentera Kinanti Nusantara (kecuali Lia, Marshel, Ekky yang kebetulan satu state. Tapi tetap saja jauh)
    Semua masalah harus aku selesaikan sendiri, tak sepenuhnya sendiri sebenarnya, ada host-familyLC, tapi tetap saja rasanya pasti beda, dan tetap saja pada akhirnya keputusanku lah yang menentukan jalan selanjutnya dari setiap permasalahan yang akan datang. Semoga perjalanan ini menjadi menyenangkan!
    Sampai jumpa Bu, Pak, Amar! Sampai jumpa tahun depan Indonesia!

Terimakasih Sebesar-besarnya untuk :
  1. Allah SWT, yang sudah memudahkan jalanku hingga titik ini.
  2. Bapak, Ibu, Amar atas dukungannya.
  3. Volunteer Chapter Semarang dan Kantor Nasional Bina Antarbudaya (Terutama Kak thifa, Kak Sari, Kak Aang)
  4. Kepala Sekolah, Guru-guru, dan staf SMA N 1 Tegal yang sudah membantu selama proses seleksi (Terutama waktu minta legalisir, tanda tangan, print, dll)
  5. Teman-teman Chapter Semarang 2016/2017
  6. Teman-teman SMA N 1 Tegal angkatan 2017, untuk 2 tahun pahit-manisnya bersama kalian.
  7. Teman-teman Lentera Kinanti Nusantara, atas seminggu orientasi yang tak akan terlupakan.
  8. Tara Schiff dan Noah Schiff, yang telah membuka rumahnya lebar-lebar untuk siswa asing selama satu tahun. You guys are my second family.
  9. Deanna Ferguson Allen, LC-ku yang sudah memberi banyak informasi mengenai placement dan lain-lain.
    
7 September 2016

Thousands ft. above the earth.

Comments

Popular posts from this blog

Wah Seksinya

Sejarah Mengulang Kembali

Gugur Bunga